Tulang Bawang Barat – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Di SMA Negeri 1 Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) ditenggarai menjadi lahan bisnis bagi oknum-oknum tertentu termasuk tenaga pendidik yang bertugas di sekolahan tersebut.Rabu 24/6/2026.
Pasalnya, dari informasi yang berhasil dihimpun dilapangan bahwa, para peserta didik baru secara tidak langsung diarahkan untuk membeli seragam sekolah pada konveksi yang didatangkan dari Bandar Lampung.
Yang mana konveksi tersebut memanfaatkan fasilitas sekolahan untuk mengukur tubuh para siswa baru itu.
Dikatakan oleh BL (36) orang tua siswa yang anaknya diterima di SMA Negeri 1 Tumijajar bahwa, Untuk biaya pembelian seragam sekolah, dan sepatu mereka harus merogoh kocek senilai Rp.2.500.000 (-+ Dua juta limaratus ribu rupiah) Bagi mereka, nominal tersebut dianggap wajar,
Hanya saja mereka terkesan tidak ada pilihan tempat membeli seragam lain kecuali kepada orang yang sudah standby di salah satu ruangan sekolahan itu.
Atas dasar itu, usut punya usut ternyata kabar yang diperoleh jika Konveksi seragam sekolah yang stanby di sekolahan itu memang sengaja didatangkan oleh oknum-oknum tertentu.
” Maka dari itu, indikasi yang muncul adanya negosiasi ataupun komitmen antara oknum di sekolahan tersebut dengan pihak Konveksi,”ucapnya.
Dia menegaskan, dengan munculnya indikasi kemufakatan jahat pada pengadaan seragam sekolah di SMA Negeri 1 Tumijajar tersebut, maka hal itulah yang disebut ruang pendidikan dijadikan lahan bisnis.
” Mungkin secara hukum tidak masalah, namun apakah berbisnis di ruang lingkup pendidikan itu diperbolehkan?,”ujarnya.
Dihubungi terpisah, Samirin, salah seorang tenaga pendidik di SMA Negeri 1 Tumijajar saat dihubungi melalui WhatsApp pribadi nya menjelaskan terkait konveksi yang ditunjuk oleh pihak sekolah.
“Iya mas benar bahwa konveksi tersebut benar itu penunjukan dari pihak sekolah,namun dirinya menyarankan untuk comfirmasi kepada kepala Sekolahnya Bapak ,Najamudin”.Tutupnya
hingga berita ini diterbitkan, kepala sekolah belum berhasil di hubungi.
(Am).












